Wednesday, January 11, 2012

Sediaan Transdermal

Ketika diberikan secara oral, banyak obat yang dirusak oleh hati. Pemberian obat melalui kulit sering menawarkan alternatif rute pelepasan yang lebih lambat, lebih terkontrol ke aliran darah. Mekanisme bagaimana obat berpenetrasi ke kulit dan masuk ke aliran darah bukanlah hal yang sepele, karena kulit bertindak sebagai pembatas alami. Oleh karena itu, penting untuk memahami struktur kulit, dan pada stratum corneum tertentu, atau permukaan lebih luar, sebelum mencoba menempatkan obat untuk melaluinya. Sekelompok pekerja dari Leiden Center for Drug Research di Belanda telah menggunakan SRS untuk mempelajari masalah ini secara detil.Gb1. Sudut...
Read more »

Pemberian Cairan Infus

Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.Secara umum, keadaan-keadaan yang dapat memerlukan pemberian cairan infus adalah:Perdarahan dalam jumlah banyak (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)Trauma abdomen (perut) berat (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)Fraktur (patah tulang), khususnya di pelvis (panggul) dan femur (paha) (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)“Serangan panas” (heat stroke) (kehilangan cairan tubuh pada dehidrasi)Diare dan demam (mengakibatkan dehidrasi)Luka bakar luas (kehilangan banyak cairan tubuh)- Semua trauma kepala, dada, dan tulang punggung (kehilangan cairan...
Read more »

Monday, January 9, 2012

Sistem syaraf otonom

Sistem syaraf otonom yang dikenal juga dengan nama sistem syaraf vegetatif, sistem syaraf visceral atau sistem syaraf tidak sadar, sistem mengendalikan dan mengatur kemauan. Sistem syaraf ini terdiri dari atas serabut syaraf-syaraf, ganglion-ganglion dan jaringan syaraf yang mensyarafi jantung, pembuluh darah, kelenjar-kelenjar, alat-alat dalaman dan otot-otot polos. Obat-obat yang sanggup mempengaruhi fungsi sistem syaraf otonom, bekerja berdasarkan kemampunannya untuk meniru atau memodifikasi aktivitas neurohimor-transmitor tertentu yang dibebaskan oleh serabut syaraf otonom di ganglion atau sel-sel (organ-organ) efektor. Termasuk kelompok ini pula adalah beberapa kelenjar (ludah, keringat dan pencernaan) dan juga otot jantung, yang sebagai pengecualian bukan merupakan otot polos, tetapi...
Read more »

Pages 111234 »

 
Powered by Blogger